Sabtu, 22 September 2012

Si Penolong Yang Bernama 'Waktu'




Vemale.com - Pada suatu ketika, segenap Perasaan dan Emosi pergi ke sebuah pulau untuk berlibur. Semua bergembira dan menikmati waktu mereka di sana, hingga tiba-tiba ada sebuah pengumuman bahwa badai akan menerjang pulau itu. Setiap orang diminta untuk mengungsi dari pulau itu.

Tentu saja pengumuman ini menimbulkan kepanikan yang sangat besar. Setiap orang berebut menyelamatkan barang dan berlari memenuhi kapal-kapal yang nampak di depan mereka. Bahkan kapal-kapal yang nampak jelek pun kembali diturunkan ke laut dan segera dipenuhi oleh orang-orang.

Namun demikian Cinta tidak ingin cepat-cepat melarikan diri. Masih ada banyak hal yang harus dilakukannya, yaitu membantu orang-orang menyelamatkan diri. Seiring kabut yang menebal, Cinta sadar dia juga harus segera naik ke kapal. Sayangnya, tidak ada lagi tempat di kapal-kapal itu yang bisa menampung dirinya.

Cinta mengedarkan pandangan dengan penuh harap ketika Kemakmuran lewat dengan kapal yang kokoh dan nampak mewah. Cinta segera berseru, "Kemakmuran, dapatkah kau membawaku di kapalmu?"

"Maaf," jawab Kemakmuran, "kapalku sudah penuh dengan harta yang berharga, emas dan perak. Tidak ada tempat untukmu."

Sejenak kemudian, Kesombongan melintas dengan kapalnya yang indah. Terdesak oleh kecemasan yang semakin menghimpit, Cinta berteriak padanya, "Maukah kau menolongku? Aku seorang diri dan butuh tumpangan. Tolong angkut aku bersamamu!"

Dengan congkaknya Kesombongan menjawab, "Tidak, saya tidak bisa membawamu. Kapal saya akan kotor terkena kakimu yang berlumpur itu."

Berikutnya Penderitaan lewat dengan kapalnya, dan sekali lagi Cinta meminta pertolongan. Namun jawabnya, "Tidak.. aku terlalu sedih untuk membawamu. Aku ingin sendirian. Jangan ganggu aku."

Tepat setelah itu lewatlah Kebahagiaan. Dengan segera Cinta bangkit dan memanggilnya. Dia yakin Kebahagiaan akan menolongnya. Namun karena terlalu bahagia, Kebahagiaan bahkan tidak melihat ke sekelilingnya dan tidak menyadari ada yang sedang melambai-lambai memanggilnya.

Cinta merosot di tempatnya berdiri, dia merasa takut, cemas sekaligus hancur karena tidak ada yang mau menerimanya. Dalam genangan air mata yang mengaburkan pandangannya, sebuah suara memanggil, "Cinta, kemarilah! Aku akan menolongmu."

Tanpa pikir panjang, dan tanpa melihat siapa itu, Cinta bangkit melangkah gontai segera masuk ke dalam kapal. Tangisnya masih menjadi-jadi seiring kapal mulai bergerak meninggalkan pulau. Sebuah harapan untuk selamat merebak di hatinya, namun penolakan yang dirasakannya masih membekas dalam.

Tak terasa kapal telah merapat di pantai. Cinta turun, namun tidak mengenali siapa yang telah menolongnya. Cinta pun kemudian bertanya pada Pengetahuan, siapakah yang telah menolongnya ketika semua telah menolak.

Pengetahuan tersenyum, "Oh, itu adalah Waktu."

Cerita ini memberikan pesan yang sangat mendalam, yang tidak akan pernah salah. Ketika cinta Anda dikecewakan, ketika Anda disakiti karena cinta, hanya satu yang akan menyembuhkan dan menolong, yaitu waktu. Waktu menyimpan semua cerita dan rencana, dan menyatakannya kepada Anda di saat yang tepat. 

Source :: Vemale.com

Rabu, 12 September 2012

Serendipity, Sebuah Kebetulan Yang Sangat Indah

Serendipity sendiri adalah istilah dari bahasa Inggris yang artinya 'kebetulan'. Dikatakan 'kebetulan' bukan sesuatu yang dianggap meremehkan, namun sebuah 'kebetulan' yang tampaknya sudah direncanakan dengan sangat baik oleh-NYA. Seperti yang kurasakan ini...
IPK cemerlang ternyata tak pernah menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Di dunia kerja yang keras, persaingan jauh lebih ketat ketimbang modal IPK saja. Dan beginilah aku, prestasi yang selama ini kubanggakan bak selembar kertas yang hanya dikirim-kirimkan ke berbagai perusahaan. Sudah banyak panggilan yang kudatangi, hasilnya... hingga sekarang tak satupun pekerjaan yang bisa kujalani. Aku nyaris putus asa ketika seorang teman mengajakku untuk ikut job fair di sebuah hotel terkenal. Dan apabila ini adalah kesempatan untuk meraih mimpi, tak akan pernah kulewatkan lagi.
Sebuah suara mengejutkanku, "ada yang bisa dibantu?" dengan senyum yang ramah dan manis ia menawarkan bantuannya. Aku memang tak pernah berpengalaman mengikuti job fair. Alhasil di sana aku hanya bengong melihat ke sana kemari dan membaca semua daftar nama perusahaan yang terpampang di depan booth itu. "Ah, enggak. Masih lihat-lihat saja kok," jawabku. Iapun kemudian menyodorkan sebuah lembar kertas, yang isinya posisi kerja di tempat perusahaannya. Setelah kulirik, ah rasanya aku sama sekali tak tertarik. Namun entah mengapa akhirnya aku menyodorkan amplop berisi CV-ku padanya.
Setidaknya hanya itulah hal yang bisa kuingat dari peristiwa setahun lalu. Aku bahkan tak ingat bahwa ternyata Bara yang dulu menyodoriku info lowongan itu. Aku begitu meremehkannya, walaupun ternyata bekerja di sini sangat menyenangkan.
Ngomong-ngomong soal Abimanyu, dialah topik yang ingin kubicarakan. Ia sosok yang sopan, ramah, penuh senyum dan ahh... rasanya ia begitu sempurna untuk kuceritakan. Haha... biarlah saja orang mengira aku cinta buta. Tetapi jatuh cinta kepadanya adalah sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan. Sesuatu yang tak pernah kuduga sebelumnya, dan nyatanya memang kami sengaja dipertemukan.
***
"Ta, kamu yang harus mengatur event futsal antar divisi nanti yah. Pak Bambang akan datang lho!" kata Silvia, manajer sekaligus sahabatku. Oh tidak, batinku, kalau Pak Bambang datang artinya semua harus dalam kondisi yang perfect. Dia tak akan suka kalau ada kekurangan di sana sini. Atasanku yang satu itu adalah sang empunya perusahaan ini. Pewaris tahta ketiga yang diberikan turun temurun dari kakeknya. Orangnya sangat cerewet dan minta ini itu. Dan... seketika lamunanku dibuyarkan oleh sosok manis yang kutahu namanya adalah Abi. "Ini daftar pesertanya, tolong disusun dan dirapikan. Kalau kamu belum tahu gimana cara ngaturnya, tanya saja pada Silvia," katanya membuatku terbengong. Ia berbicara cepat, tidak memandangku dan langsung pergi. Huh! Buyarlah semua pujianku kepadanya, ia tak lagi menjadi sosok yang manis dan kukagumi. Ia begitu jutek dan angkuh.
Seperti dugaanku, Pak Bambang memang memeriksa semua detail event kali ini. Mengomentari semuanya dari A sampai Z, bahkan hingga ke sepatu pemain tak lepas dari komentarnya. Namun ternyata usahaku tak sia-sia "Kerja bagus Tita!" katanya memujiku. Apa yang sudah kususun membuatnya puas walau masih diwarnai komentar darinya.
***
Aku terduduk lesu. Masih kuingat peristiwa semalam ketika aku bertengkar hebat dengan kekasihku di telepon. Kuberanikan diri untuk menemuinya hari ini, berharap bahwa permasalahan di antara kami bisa diselesaikan baik-baik dan hubungan kami kembali seperti dulu. "Ngapain kamu di sini?" katanya ketus. Aku memang sengaja pulang lebih awal dan mampir ke kantornya agar ada kesempatan untuk bertemu langsung dengannya. Dan di luar dugaanku, sikapnya membuat nyaliku nyaris mengerut. "Jangan ngobrol di sini, kita pergi saja," sambungnya. Kamipun berkendara dan melanjutkan debat semalam di dalam mobil yang melaju kencang. Aku takut. Tapi hatiku mengatakan ini adalah usaha terakhirku untuk mempertahankan komitmenku dengannya. Komitmen yang telah kuhargai selama setidaknya 3 tahun ini. Aku punya mimpi menikah dengannya. aku sangat mencintainya.
"Turun!" bentaknya. Di dekat sebuah perempatan jalan ia membentak dan menurunkanku. Dengan penuh emosi dan sikap cuek seperti biasanya. Kekasihku ini memang orangnya sangat temperamental. Ini bukan pertama kalinya ia menurunkanku di tengah jalan ketika bertengkar. Aku tak ingat berapa kali ia melakukannya padaku, sampai-sampai rasanya aku telah terbiasa. Dalam hatiku, keesokan hari ia akan menyesal dan datang pagi-pagi dengan membawa permohonan maaf padaku.
Hari itu lain. Hatiku tak berkata begitu. Dan mungkin inilah pertemuan terakhir kami, di mana ia sudah tak ingin lagi melanjutkan hubungan kami. Aku sendiri merasa ini adalah hal yang aneh. Hubungan kami bukanlah hubungan pasangan kekasih yang berjalan normal seperti biasanya. Ia sering bersikap kasar, meninggalkanku dan menganggapku sudah cukup dewasa serta mandiri untuk melakukan berbagai hal. Pikirku, memang ia adalah orang yang sibuk, dan ia bukan tipe pria yang romantis serta inginnya nempel ke mana-mana berdua. Aku menghargai sikapnya itu. Aku sendiri juga bukan tipe wanita yang ingin selalu nempel ke mana-mana dengan kekasihnya (awalnya kupikir begitu, ternyata aku juga ingin diperlakukan manis oleh kekasihku.)
Aku terdiam sejenak melihat mobilnya pergi meninggalkan dan semakin jauh, sampai tak terlihat lagi. Belum terpikir dalam benakku hendak ke mana ini. Akhirnya aku berjalan saja membiarkan kedua kaki ini membawaku. "Mau ke mana? kok kamu di sini?" sebuah suara mengejutkanku. Suara yang kukenal. Itu suara Abi. "Oh, iya aku mau pulang" kataku singkat. "Naiklah. Kau kuantar saja," katanya. Tak berpikir panjang aku naik ke atas motornya. Diboncengnya aku dan kamipun turun di sebuah cafe kecil yang tak begitu ramai. "Yuk kita ke sini dulu, kamu butuh ketenangan tampaknya," katanya lagi.
Aku tak tahu kenapa ia seperti sangat mengerti aku. Aku tak pernah mengenal dirinya. Tak pernah bicara panjang lebar kepadanya. Bahkan menurutku ia adalah sosok pendiam dan angkuh, yang bahkan sekantorpun ia tak mau menyapaku seperti rekan lainnya. Namun hari itu aku bercerita panjang lebar tentang kejadian yang baru saja kualami. Aku tak pernah seterbuka itu tentang kehidupan pribadiku. Tapi rasanya bercerita kepadanya membuatku sangat lega, dan nyaman.
***
"Tita, Abi datang. Sudah ibu suruh masuk dan menunggumu. Cepatlah keluar," kata ibu mengetuk pintu kamarku.
Tak berapa lama aku keluar dan memberikan sambutan hangat dan menggandeng tangan Abi pergi. Sejak hari aku ditinggalkan oleh kekasihku, Abi memberikan perhatian dan kenyamanan yang tak pernah kutemukan di diri orang lain. Di balik sikap pendiamnya, ternyata ia penuh kehangatan dan kasih sayang. Tak pernah ia memperlakukan aku dengan kasar sekalipun kami berbeda pendapat. Kami selalu membahas semua hal dengan sangat menyenangkan. Dengan sopan ia selalu menemani dan mengantarku sampai ke tempat tujuan. Membuatku merasa dilindungi sebagai kekasih, dan seorang wanita. Ia tak pernah meremehkan dan merendahkan aku. Bahkan ia yang selalu memberikan dukungan pada setiap hal yang kulakukan. Yah... kuakui memang ia bukan sosok yang selalu sempurna. Tetapi bagiku ia tetap sempurna. Sesempurna pertemuan kami dulu. Pertemuan yang serba kebetulan dan sangat indah.

Source : Vemale.com

Kamis, 06 September 2012

Pujilah Wanita, Dia Akan Kuat dan Bahagia


Di sebuah negara yang jauh dari Indonesia, ada sepasang suami istri yang sama-sama menyukai dunia musik. Sang istri senang menyanyi sebagai hobi, suaranya bagus. Sedangkan suaminya seorang musisi yang sangat mengerti dunia tarik suara dan dunia musik.

Setiap kali sang istri berlatih menyanyi, sang suami selalu memberikan kritik. Tempo terlalu cepat, nada di akhir lagu tidak pas, pengucapan tidak jelas dan lain sebagainya. Awalnya, sang istri menganggap kritik itu sebagai media yang membangun, tetapi lama-lama dia bosan karena hanya mendengar setumpuk kritik setiap kali berlatih. Akhirnya wanita tersebut mulai malas berlatih, karena sekuat apapun dia memberikan yang terbaik hanya mendapat kritik negatif setiap hari.

Beberapa tahun kemudian, sang suami meninggal karena kecelakaan. Lalu sang wanita menikah kembali dengan seorang pria yang bekerja di perusahaan kontraktor. Sang wanita yang sudah lama tak bernyanyi sesekali bernyanyi saat iseng di rumah. Sang suami yang mendengar alunan lagu itu memberikan pujian pada sang istri. "Sayang, suaramu bagus sekali, aku baru tahu kalau suaramu sangat merdu,"
Mendengar pujian itu, sang wanita senang bukan main. Pujian yang terlihat sederhana itu dapat menyegarkan hati dan memacu semangatnya. Sang wanita akhirnya senang bernyanyi saat sedang memasak, saat berada di mobil dan hal itu membuat dirinya senang, tanpa tekanan, tanpa kritikan. Sang suami juga senang melihat sang istri selalu ceria dan bahagia saat menyanyi, dirinya juga senang.

Sang suami memang tidak mengerti dunia musik dan lebih sering mendengar suara-suara berisik dalam proyek membangun. Justru hal itulah yang membuatnya tidak pelit memberi pujian. Sang suami sering memuji istrinya bahkan pada hal-hal kecil yang terlihat remeh. Bukan tanpa alasan, sang suami tahu bahwa pujian akan memberi semangat dan dorongan pada seseorang untuk berusaha lebih baik. Kritik itu penting, tetapi jangan lupakan pujian.

Kritik bisa membangun, tetapi jika selalu memberi kritik setiap saat, itu bukan hal yang bagus. Seorang wanita bisa menerima kritik, tetapi jangan lupa memuji mereka, dari sanalah sang wanita menemukan kekuatan dan kebahagiaan. Sekalipun pujian itu ditujukan untuk hal-hal kecil yang dianggap remeh, sang wanita pasti bahagia. Apalagi.. jika pujian itu dia dapat dari orang yang dia cintai :)

Source : Vemale.com

Sabtu, 01 September 2012

[CF] CNBLUE for “Galaxy Note 10.1″ (Individual Ver.)

Sebelumnya Samsung merilis CF CNBLUE bersama Boom untuk produk terbaru mereka, Galaxy Note 10.1, dan kali ini Samsung merilis CF individual CNBLUE.

CNBLUE



Yonghwa





Minhyuk



Jongshin



Jonghyun

Kerispatih – Tak lekang Oleh waktu

Seputih cinta ini ingin kulukiskan di dasar hatiku
Kesetiaan janjiku untuk pertahankan kasihku padamu
Bukalah mata hati
Ku masih cumbui bayang dirimu di dalam mimpi
Yang mungkin tak kan pernah membawamu di genggamku

Reff :

Dirimu di hatiku, tak lekang oleh waktu
Meski kau bukan milikku
Intan permata yang tak pudar,
Tetap bersinar mengusik kesepian jiwaku

Ku coba memahami,
Bimbangnya nurani tuk pastikan semua
Tak akan ku ingkari,
Terlalu banyak cinta yang mengisi datang dan pergi
Namun tak pernah bisa,
Lenyapkanmu di benakku…

Kerispatih – Demi Cinta

Maaf, ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan ku sia – siakan hidupku,
dan kubawa kau s’perti diriku
Walau hati ini t’rus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi ku lakukan semua demi cinta

Akhirnya juga harus ku relakan kehilangan cinta sejatiku
Segalanya t’lah ku berikan
Juga semua kekuranganku
Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
Kan ku t’rima semua demi cinta

Reff :

Jujur, aku tak kuasa, saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari
Ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya

Kerispatih – Bila Rasaku Ini Rasamu

Aku Memang Terlanjur Mencintaimu
Dan Tak Pernah Ku Sesali Itu
Seluruh Jiwa Telah Ku Serahkan
Menggenggam Janji Setiaku
Kumohon Jangan Jadikan Semua Ini
Alasan Kau Menyakitiku
Meskipun Cintamu Tak Hanya Untukku
Tapi Cobalah Sejenak Mengerti
 

Reff:

Bila Rasaku Ini Rasamu
Sanggupkah Engkau Menahan Sakitnya
Terkhianati Cinta Yang Kau Jaga
Coba Bayangkan Kembali
Betapa Hancurnya Hati Ini Kasih
Semua Telah Terjadi 


Lepaskan aku

Semua terasa indah di saat kita bersama
berbagi cerita dan cinta
terasa begitu hangat dan indah jika di kenang

Cintamu... terasa seperti air yang mengalir
Sayangmu... terasa seperti angin yang menyentuh dengan lembut

Di balik cerita indah kita berdua
tersimpan rahasia cinta kita
ingin rasanya semuanya berakhir dengan indah
bermimpi hanyalah sebuah kisah nyataku


Tuhan,,,,sempurnakan Dia dhadapanMu
terlihat bahagia dirimu dengan cerita itu
terlihat sempurna dirimu dengan kisah itu

Semakin hari semakin ku menyayangimu
Semakin hari semakin ku membencimu
Dua rasa yang harus ku adili
Lepaskan aku dari genggamanmu
Lepaskan aku dari semua rasa ini