"CONFESSIONS OF A SHOPAHOLIC", Mengatasi Kecanduan Belanja
Hay Dear...aku mau bahas niy ttg salah satu film favoritku. Ini film bagus,sangat inspiratif dan cocok utk para shopiholic dah ,apalgi cwe2 niyyy (t'msuk saia...hihi ^_* )...!!! Pertama nonton film ini langsung suka dan pengen cari tau judulnya apa tp ga dpt2..mpe akhirnya dtayang lagi dglobalTV sabtu mlm kmrin bru aq tau jududlnya "confessions of a shopaholic".....ceritanya tuh menarik,,yg paling aku suka dari siy rebbeca (pameran utamanya) dy maniak shoping deh,gak bisa dengar dmna ad diskon dan barang bagus aplgi bermerk,lgsg dserbunya walau gak dy dah ga kerja lagi n hutang kartu kreditnya numpuk tp sesuatu yg namanya belanja gak bisa dtolak apalgi d'obati..(sukaaa deh,,ngilangin stress pula n hal yg mnyenangkan..hehe)
Niy ceritanya aq ambil dr kapanlagi.com
Mengatasi kecanduan memang bukan hal yang mudah dan Rebecca Bloomwood (Isla Fisher)
sudah membuktikan ini semua. Bagi Rebecca, hobi belanjanya makin hari
makin tak bisa dikendalikan dan menyebabkan wanita muda ini terlilit
utang. Celakanya, meski ia sadar bahwa persediaan uangnya mulai menipis,
Rebecca tetap tak bisa menghentikan ambisi belanjanya.
Satu
keinginan Rebecca adalah bekerja di sebuah majalah mode yang terkenal
sayangnya ia tak memenuhi syarat untuk menjadi redaktur majalah ini.
Akhirnya Rebecca harus puas dengan pekerjaannya sebagai pengisi rubrik
di sebuah majalah ekonomi.
Keberuntungan sepertinya masih
berpihak pada Rebecca. Hanya dalam waktu singkat, rubrik yang diisi
Rebecca menjadi populer. Kesuksesan rubrik ini mau tak mau mengubah
Rebecca menjadi seorang pesohor. Sayangnya hobi belanjanya yang makin
menggila sudah mulai tak bisa dikendalikan. Kini Rebecca hanya punya dua
pilihan: menghentikan hobi gilanya atau kehilangan semua yang ia
miliki.
P.J. Hogan, sang sutradara, mencoba meramu dua novel berjudul The Secret Dreamworld of a Shopaholic dan Shopaholic Abroad
karya Sophie Kinsella dan menjadikannya sebuah film ringan dengan
balutan humor-humor khas Amerika yang kadang sulit dicerna orang Timur.
Masalah
pertama dari film ini adalah jadwal tayangnya. Film yang berkisah
tentang pecandu belanja ini muncul di saat dunia dilanda krisis ekonomi
dan membuat film ini jadi sedikit terasa 'menyakitkan' buat para
penonton yang sedang sibuk menghemat pengeluaran. Akibatnya, film yang
sebenarnya berisi lelucon ini jadi terasa sebagai sebuah tamparan di
wajah para penonton.
Dari sisi cerita, sebenarnya bisa disebut
bahwa film ini hanya 'mengalir' saja. Artinya, tak ada 'gejolak' yang
muncul di luar prediksi. Jadinya, film ini tak jauh beda dari SEX AND THE CITY yang punya tendensi jadi membosankan pada titik tertentu.
Untungnya, Isla Fisher
sang tokoh sentral adalah seorang komedian yang berpotensi, dalam
artian ia bisa bertingkah konyol dan menggali kelucuan secara fisik
tanpa terlihat dibuat-buat. Ini yang akhirnya menjadi kekuatan film ini
untuk mencegah penonton pergi meninggalkan bioskop sebelum film
berakhir. Jarang ada komedian wanita yang mampu terlihat konyol seperti
ini tanpa dibuat-buat. Bahkan Anna Faris yang tampil bagus dalam film SCARY MOVIE pun kadang masih terlihat memaksakan diri terlihat 'bodoh' di depan kamera.
Seandainya film ini muncul sebelum krisis ekonomi, bisa jadi penonton akan bisa tertawa lebih lepas melihat Isla Fisher. Tapi toh fakta menyebutkan bahwa film ini berhasil masuk jajaran 10 besar film box office dan meraup hingga US$38 juta lebih.
Pemain: Isla Fisher, Hugh Dancy, Krysten Ritter


Tidak ada komentar:
Posting Komentar