Jumat, 14 April 2023

Tempat Wisata di Sulawesi Utara (Manado)

Nih yah sebagian tempat wisata yang sering di kunjungi kalau lagi di sulawesi utara
Tepat tempatnya sih gak di manado tapi banyak di tondano, tomohon, dll

Danau Linau, Desa Lahendong, Tomohon









Berikutnya.....
Bukit Kasih, Desa Kanonang,Kawangkoan, Tomohon












Gunung Mahawu, Tondano



Rabu, 12 April 2017

Berlalu

Ketika hati mulai ragu akan sesuatu hal, akan sesuatu kejadian semua itu tak bisa di hindari lagi...
Ketika hati mulai merasa kejanggalan akan sesuatu hal semua itu tak bisa lagi di atasi...
Dan ketika semua hal yang terkurung di dalam hati akan semua ketidak nyamannya keluar dan terungkap, hati seakan akan meledak bagai di dalam ruang himpit yang begitu sesak.

Kadang rasa tak percaya itu sering muncul dalam sebuah persepsi...
Kadang rasa ingin merontak itu menjadi-jadi ketika hati tak mampu lagi menahan pedihnya...
Kadang rasa ketidakadilan muncul di benak ini yang seakan semua kegagalan harus aku yang rasa...
Kadang rasa marah dan benci ini seolah tak mau pergi dari seluruh jiwa dan ragaku...
Kadang rasa penyesalan yang begitu mendalam akan semua hal membuat diri ini tak mampu berkata...
Dan kadang semua rasa itu tak mampu lagi ku terima sampai membuat aku menjadi seperti terdiam tanpa kata...

Lelah hati...
Lelah jiwa...
Lelah Pikiran...
Lelah raga akan semua waktu yang terbuang sia-sia...

Kini semua itu berjalan seiring dengan waktu, walau masih ada bayangan akan kenangan itu, walau masih ada sisa kisah itu, aku percaya waktu lah yang akan mengobati semua rasa yang ku alami.

Senin, 15 Agustus 2016

Curhat saya

Dear My Blogy,
Lama nian gak main kesini lagi,nulis lagi. Maklumlah lagi hampir setahun belakangan terlalu banyak kejadian yang susah di ungkapkan (ceile,,,,kek mau katakan cinte..hihi). Kangen ng'blog lagi, kangen menulis lagi dan kangen mencurcol ria lagi.


Sebenarnya sih banyaaak sekali yang mau di ceritakan,, tapi bingung sendiri mau mulai dari mana hehe. Tapi setidaknya dari sekarang aku mau usahakan bisa sering kesini lagi. Semangat ^__*

Rabu, 10 Juni 2015

Masa Depanku adalah Pilihanku

Dan akhirnya apa yang aku takutkan itu benar terjadi
dari awal kita bersama sampai sekarang itu memang sudah di takdirkan
susah, senang, maupun sedih sudah kita jalani bersama sudah kita lalui
begitu banyak cerita yang tersimpan dan begitu banyak kenangan antara kita berdua
begitu banyak dan terlalu banyak sampai aku tak mampu melupakannya dan hanya bisa ku kenang juga ku sesali,,,kau yang akhirnya seperti ini yang menjadi orang yang seperti tak ku kenal lagi.


Tak tau kenapa dirimu menjadi sosok yang berbeda, menjadi lebih banyak mengingkari dan lebih banyak salah..
Tak tau kenapa juga dirimu menjadi naif dalam berpikir dengan cara mu sendiri sehingga aku jadi merasa berbeda dari seharusnya..
Tak tau kenapa aku jadi menyesal akan sesuatu hal yang tak seharusnya terjadi antara kita..
Tak tau kenapa aku yang jadi takut berpikir dan ber'andai-andai akan hidup yang kita jalani sekarang sampai nanti..
Tak tau kenapa aku merasa kita berdua sekarang menjadi Dua orang yang tidak saling mengenal dan mengerti walau bersama...


Kini ku sadar apa yang sebenarnya mau mu dan mau ku,
Kini ku tau cinta memang tak seharusnya di paksa dan memaksa,
Kini ku harus belajar meng'ikhlaskan dirimu walau ku tau itu tak mudah,
Kini ku harus belajar tanpamu disini di sisiku sekarang dan nanti.

Masa depanku yang ku pilih yang seharusnya ku jalani denganmu harus ku akhiri
Masa depanku yang ku ukir bersamaMu waktu itu kini hanya jadi cerita indah yang pernah ada di antara kita
Masa depanku yang ku harapan dan ku impikan kini hanya jadi sebuah kenangan yang takkan mungkin kulupakan
Masa depanku kini adalah pilihan hidup yang ku pilih untuk nanti....
 

Sabtu, 18 Mei 2013

My Bday 15-05-13

Happy bday happy bday happy bday to me (•ˆ⌣ˆ•)(•ˆ⌣ˆ•)
ultah tgl 15 tapi posting nti skrg..hihi *maklum gie cibuk dqit*

Thanks Ya Allah msh dberi tambahan umur,kesehatan,nafas,berkat,dan segala sesuatunya..
masih ada org2 tercinta yg selalu mendampingi walau tanpa orang tua :(
tapi tetap ku bsyukur masih ada byk org yang sayang dan peduli :)

Begitu banyak doa dan harapan di panjatkan,,,
Doa ku ,Doa mu ,dan Doa kita semua,
Ku berharap dan selalu berharap apa yang di inginkan bisa terwujud
semakin dewasa,,semakin mandiri,,dan semakin di cinta dan mencintai



Selasa, 14 Mei 2013

Dalam Tanyaku

Hmmm...
once again i'm disappointed
Aku tak mau begini lagi
Aku tak mau seperti ini lagi

Hilang seketika cinta yang begitu besar ketika kecewa itu datang
dimana pengharapan kalah dengan se ucap ingkar,,
Kau tak tau bagaimana rasanya aku sekarang saat ini
memendam rasa dan airmata karena mu

Kau ..seriuskah selama ini ????? 
Ingin sekali ini semua benar benar nyata
Dan bukan masih tersembunyi lagi
Walau sebagian dari mereka tau tapi itu belum cukup untukku

Kau .. beranikah bersamaku ?????
Ingin sekali tak ada halangan antara kita
Dan tak ada serba salah dalam ketakutan melakukan apapun
Demi hubungan yang di inginkan

Apa yang di ucapkan masih terasa dlm keraguan itu
Ku hanya berharap dan terus berharap apa yang kita berdua inginkan bisa terjadi
Dan itu bukan hanya sepihak dariku saja

Cayang...adakah kau mengerti betapa cemburunya aku 
Cayang..adakah kau tau betapa inginnya aku
di dalam diamku ..di dalam benakku ..
tersimpan sejuta pertanyaan kepadamu

Akhiri semua ini,,
yang ku inginkan hubungan yang benar ada nyatanya
Untuk mengalahpun Ku tak sanggup lagi karena rasa ini sudah melebihi kecewaku _-_

Kamis, 02 Mei 2013

Romantis Itu Sederhana: Aku Ketemu Pacar di ...




Vemale.com - Romantis itu tidak selalu melulu tentang makan malam di sebuah resto atau diberi bunga sambil berlutut dengan ucapan cinta. Romantis itu sebenarnya bermacam-macam. Tidak bisa didefinisikan sebagai satu barisan kalimat yang sama. Kenapa? karena kami percaya bahwa romantisnya setiap pasangan itu berbeda-beda. Senyuman yang berbeda, momen yang berbeda, rasa yang berbeda, dan kenangan yang berbeda.

Dan di edisi kali ini, kami ingin menceritakan sebuah kisah tentang pertemuan manis dengan seorang kekasih. Sebuah pertemuan yang sederhana tetapi, romantis...
Entah karena pengaruh terlalu sering melihat film drama Korea atau apa, sampai sekarang akhirnya aku tidak juga memiliki kekasih. Padahal, teman-temanku setiap hari sudah diantar jemput oleh pacarnya sendiri-sendiri. Iri? Hmm... mungkin iya. Tetapi, aku sebisa mungkin tidak memperlihatkan pada mereka. Oleh karena itu, aku jadi sok-sokan kuat dan seringkali berdandan seadanya. Casual, ala pria.
Dan mungkin itu juga yang bikin nyaris tak ada pria yang naksir aku ya?
Hari itu aku sendirian lagi. Dan kuputuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah. Entah deh ke mana kaki ini melangkah aku jalani saja. Tiba-tiba aku justru duduk melihat Armin yang tengah berlatih basket bersama teman-temannya.

Armin adalah sahabatku sedari SMP. Sampai duduk di bangku kuliah, kami selalu bersama. Bedanya mungkin dia mengambil jurusan Hukum mengikuti jejak ayahnya, dan aku sendiri lebih suka berkutat dengan desain. Tak selang berapa lama, Armin menghampiriku.
"Eh, ngapain kamu nyasar ke sini?" tanyanya sambil meraih botol mineral dari tanganku.
"Nggak tahu nih, Min. Aku galau. Temen-temen semua pada pergi sama pacarannya," ringkasku jutek.
Aku sadar, hanya kepada Armin saja aku bisa bebas bercerita dan mengungkapkan semua isi pikiranku. Meneguk habis air mineral di botolku, ia menyodorkan kembali dalam kondisi kosong. Mengacak-acak rambutku kemudian berlari lagi ke tengah lapangan, tanpa berucap sepatah katapun.
Begitulah dia, sok cuek di depan teman-temannya. Tetapi aku yakin, sebentar lagi ia akan segera pamit dari lapangan dan menggandengku pergi untuk menghiburku.
Kulirik jam, 5 menit... 10 menit... 15 menit berlalu. Kulihat sepatu Armin di depanku. Dan benar, ia menggamit lenganku, meraih tasnya dan membawaku pergi. Aku tersenyum kecil. Yang tak kusadari seperti obat yang menyembuhkan gundah di hatiku.
"Ke mana kita?" tanyaku berubah mimik menjadi ceria.
"Hmmm... aku ingin mengajak kamu minum jus aja, tapi sebelumnya mampir dulu ke suatu tempat ya," katanya.

Aku mengiyakan saja ajakannya dan merasa lega karena menghabiskan hari ini tak sendirian saja.
Tak berapa lama, kami sampai di sebuah rumah kos tak jauh dari kompleks kampus. Seorang gadis manis bermata bulat telah menunggu di dalam pagar dengan membawa sebuah barang. Armin memintaku menunggu sejenak di motor, lalu berlari kecil menghampiri si gadis. Kulihat ia tersenyum-senyum malu dan berbicara sejenak. Beberapa detik kemudian, ia menunjukku dari kejauhan dan masih tersenyum-senyum saja.
Ahh... seharusnya aku tahu. Gadis seperti itulah yang didambakan oleh Armin, sahabatku. Dan memang sepantasnya aku mencari pacar, bukan malah jadi benalu di saat kesepian kepada sahabatku sendiri.
Aku pun terdiam saat Armin kembali ke motor. Menanggapinya seadanya saja sekalipun ia berusaha mengajakku bercanda dan melakukan hal-hal konyol. Armin yang sabar itu kemudian menghabiskan jusnya dan mengantarku pulang.
Sesampainya di rumah, ia hendak beranjak masuk mengantarkan aku. "Sampai sini saja Min. Lagian di rumah nggak ada orang. Nggak enak sama tetangga," kataku.
"Ah kayak sama siapa aja sih Nggi?" ia mengernyitkan dahi. Tetapi, melihatku diam menghadangnya di depan pagar ia seperti langsung tahu apa yang ada di benakku. Ia sekali lagi mengacak-acak rambutku dan kemudian menyetater motornya pergi.
Singkat kata, aku kecewa. Aku... Aku cemburu.

***
29 Mei. Kulihat lingkaran besar dengan coretan spidol merah di kalenderku. Ah iya, itu ulang tahun Armin. Tetapi, kali ini kayaknya tidak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, aku akan merayakannya di atap rumah Armin sampai pagi menemaninya. Kali ini, mungkin si gadis manis bermata bulat itu yang akan ada di sana. Desahku menghela nafas panjang.
Aku enggan pergi ke mana-mana hari ini. Enggan menyiapkan kado untuk Armin. Enggan menyiapkan kado kejutan untuknya. Lebih baik menelepon teman-teman, siapa tahu ada yang juga sedang bete dengan pacarnya dan bisa kuculik pergi.
Belum sempat memencet tombol di ponsel, ada seseorang yang mengetuk kamarku.
Hmm... tidak biasanya ada yang mengetuk kamar saat hendak masuk. "Siapa sih? masuk aja, nggak dikunci!" teriakku.

Aku terkejut saat si gadis manis bermata bulat itu masuk dengan membawa sebuah koper.
"Eh, mbak. Nggak salah rumah yah? Mbak yang waktu itu temennya Armin kan? Trus ngapain ke sini?" aku memberondongnya dengan aneka pertanyaan yang dijawab hanya dengan sebuah simpul senyum.
"Kenalin, Ike. Temennya Armin. Aku dikirim ke sini buat makeover kamu," jelasnya.
Seperti biasa, aku tidak mengerti. Dan aku memintanya mengulang penjelasan hingga tiga kali sampai aku benar-benar paham ini bukan mimpi, dan ini adalah kenyataan yang sedang menamparku.
Jadi, Ike adalah teman Armin yang diminta memakeover aku. Mendandaniku layaknya seorang gadis manis, dan sudah dibawakannya dress manis untukku lengkap dengan aksesoris dan sepatu. Aku tak mengerti bagaimana dia bisa tahu persis ukuranku.
Tanpa memakan waktu lama, ia memintaku berbenah diri di kamar mandi, kemudian langsung merapikan rambut, memulas makeup, serta memintaku memakai dress itu. Aku bercermin. Aku seperti tak mengenali diriku. Aku... eh, aku cantik juga ya.
"Dibayar berapa mbak disuruh Armin beginian?" tawaku keras.
Mendadak wajah Armin sudah muncul di kamarku, sambil memakai baju rapi. "Yuk, waktunya pergi, princess..." tangannya diulurkan kepadaku.
Bagaikan mimpi, bagaikan drama Korea di televisi. Apakah ini mimpi? Aku segera beranjak dari kursi di kamarku, berjalan menuju Armin bukan meraih tangannya, tetapi menampar pipinya. Agak keras. "Eh, kok malah ditampar sih? Nggak romantis ah," Armin marah. Aku terkekeh. "Oh, iya maaf. Kirain ini mimpi, ternyata bukan ya? Terus ini ngapain sih pakai beginian? Bukannya ini hari ulang tahunmu?"
"Iya. Ini ulang tahunku, dan bukannya dikasih ucapan selamat malah ditampar," katanya sambil mengelus pipi.
"Hahaha... iya maaf. Swear deh, kirain this is a joke," kataku garing.
Kulihat Ike sudah beringsut pergi. "Eh, itu cewek kamu pergi tuh. Nggak disusul?"
"Cewek siapa? Ike? itu temen aku. Spesial aku sewa buat makeover kamu."
"Hmmm... iya . Jadi buat apa sih makeover ini?"
Mendadak Armin berlutut, "aku tahu ini kesannya kayak dibuat-buat mirip drama Korea. Tetapi ini kenyataan, dan menurutku ini adalah hal paling romantis yang bisa kulakukan buat kamu. Anggi, aku pikir-pikir, kita lebih cocok pacaran aja deh... eh, sebentar... kalau bisa jawabnya jangan lama-lama yah. Berlutut kayak di film itu capek ternyata..."
Aku terbahak lagi menggamit lengan Armin dan membuatnya berdiri. "Udahan ah, jangan berlutut lagi," aku masih tertawa.
"Oh, jadi... aku ditolak nih?"
"Nggak... nggak kok. Kamu diterima. Tapi, nggak perlu pakai berlutut yah, kita udah kelihatan konyol banget. Dan... terima kasih kamu udah mewujudkan khayalanku ditembak cowok ala romantis drama Korea,"
"Ya udah, kalau gitu, makeupnya dihapus aja yah. Kamu ganti baju pakai jeans sama t-shirt, kita pergi dating,"

"Yah, kenapa kok diganti sih? Katanya disuruh makeover..." rajukku.
"Iya, kamu cantik kok kalau dandan. Tapi, aku lebih suka lihat kamu yang manja tapi sok mandiri dan sok kuat seperti biasanya. Itulah kamu, Nggi. Nggak perlu berusaha jadi seperti orang lain. Buatku, kesimplean kamu dan apa adanya kamu itu bikin aku jatuh cinta..."
Sejenak perkataan Armin, sahabat sekaligus kekasihku membuatku terhenyak. Ternyata seperti itu ya selama ini aku bersikap.

Seketika aku menyadari bahwa aku terlalu larut dalam harapan-harapan dan khayalan. Serta keromantisan muluk-mulul bak di film. Padahal, yang namanya #RomantisItuSederhana. Romantis adalah bisa mencintai dan dicintai oleh kekasih, sekaligus sahabatmu.